MY EVERYTHING
In this blog, you will find information about: me_environmental related issues_industrial related issues_MDGs and what you can do to make it happens_indonesia, west java, east java general problems
Wednesday, May 9, 2012
Dunia Orang Dewasa
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
Umur 21 tahun, mau jadi 22 tahun. Entah benar atau tidak untuk kebanyakan orang, tapi di umur ini barulah aku merasakan yang namanya takut, tidak aman, akan masa depan. Barulah aku merasakan bahwa orang bisa menjadi sangat jahat dan tidak peduli. Barulah aku merasakan bahwa yang sebelumnya saudara bisa menjadi pura-pura tidak kenal dengan saudaranya. Barulah aku merasakan perkataan malaikat ketika manusia pertama diciptakan dan dijadikan khalifah di muka bumi. "Mengapa Engkau menjadikan manusia yang menimbulkan pertumpahan darah sebagai khalifah di muka bumi?" Allah menjawab dengan "Aku mungetahui apa yang engkau tidak ketahui". Aku saat ini masih berada dalam tahap pemahaman malaikat dan belum tahu alasannya mengapa manusia dijadikan khalifah.... Simpan dulu untuk yang ini.
DEWASA=SIBUK cuma itu saja definisi orang dewasa menurutku. Sibuk dengan urusan dan kepentingan yang memberikan profit untuknya. Menjadi manusia yang profit oriented. Ada yang bilang kalau tidak ikut aturan main, g ikutan profit oriented, g akan bisa karena sistem yang ada dan dijalankan di mana-mana adala sistem yang profit oriented. Manusia dihargai karena prestasinya, karena kesuksesan yang terdefinisi sebagai prestasi, banyaknya uang, jabatan dll. Mau disalahkan juga gimana, tidak ada yang salah. Semua terlihat adil dan seimbang.
Di saat kita masih kecil, ketika kita gagal, ketika kita erjatuh, ada orang di sekitar kita, tidak harus orang tua yang pasti langsung menghampiri dan menolong. Sekarang, ketika dewasa, hal itu bukanlah satu-satunya kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan terbesar yang terjadi adalah orang lain hanya akan terdiam dan menunggu kita bangun sendiri, sedikit sekali harapan orang akan menolong kita untuk bangun dan berdiri, meskipun orang itu teman dekat kita. Aku jadi bertanya, apakah memang harus seperti ini menjadi dewasa? I never have the answer.
Semua perubahan yang terjadi di saat aku dewasa seperti ini, belum memberikan titik terang untukku. Mungkin jika aku sukses dalam segala hal, mulai dari urusan akademik, olahraga, cinta, keluarga, tidak akan banyak perubahan yang terasa dan hidup tampaknya akan berlangsung baik-baik saja. Namun bukan itu yang terjadi, dan aku tidak menyadari bahwa perlahan-lahan, semua jaminan yang tampaknya pasti demenjak aku kecil mulai pudar dan rapuh menghilang ditelan waktu.
Aku jadi bertanya apakah ini semua salahku sendiri. Kalaupun memang ini salahku, di mana hal-hal tidak terjadi sesuai keinginanku, masih bisakah aku merubahnya? aku seperti merasa kehilangan segalanya. Segala yang biasa aku miliki. Mungkin aku kurang berusaha, mungkin aku tidak terbiasa berusaha sangat keras karena hidup sebelum dewasaku benar-benar nyaris sempurna. Aku bersikap cuek dan tidak peduli pun aku tetap menjadi center of attention. Meskipun tidk semua orang suka padaku tapi aku selalu mendapat apa yang aku mau jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tapi saat ini, tepatnya semenjak 3 tahun yang lalu, kegagalan demi kegagalan terus datang dan benar-enar menguji mental kepercayaan diri dan keteguhan hati untuk terus percaya pada diri sendiri dan kemampuan diri. Hal itu, satu itu, kepercayaan pada kemampuan diri sendiri yang benar benar benar benar diuji sekarang ini,,,,
Monday, October 31, 2011
Dicopas dari milis himpunan yang menurut saya super sekali
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
Fantastic 4 Indonesia: Mahfud MD, Sri Mulyani, Dahlan Iskan & Joko Widodo …
Membaca tulisan Widayat Wsb, saya tertarik untuk berbagi, sbb :
Berdasarkan survey terbaru tentang capres terpopuler untuk tahun 2014 oleh Reform Institute yang dipublikasikan di Detik.com hasilnya adalah sebagai berikut:
Survei melibatkan 2.010 responden dari seluruh Indonesia dengan mengajukan 25 nama capres. Hasilnya untuk 5 besar adalah:
1. Aburizal Bakrie = 13,58 %.
2. Prabowo Subianto = 8,46 %.
3. Jusuf Kalla = 7,06 %.
4. Hidayat Nur Wahid = 5,17%.
5. Ani Yudhoyono = 4,13 %.
Hasil survey itu sepertinya kok jauh banget dengan opini yang berkembang di masyarakat. Kalau survey itu benar berarti rakyat Indonesia masih perlu bersabar berapa lama lagi untuk mendapat pemimpin yang sesuai dengan keinginan mereka. Kita masih harus bersiap-siap menonton sinetron “Indonesia Menangis Sesion 9″ (Cinta Fitri saja bisa tamat kok kesengsaraan rakyat Indonesia ga selesai-selesai ya. Padahal sutradaranya sudah berapa kali ganti).
Dari pada larut dalam kekecewaan mending saya mengajukan calon presiden tandingan saja. Siapa tahu ada yang kepilih. Saya mengajukan 4 calon presiden yang sudah saya audisi dengan sangat ketat. Melebihi ketatnya bungkusan leped ataupun celana yang mereka pakai pokoknya.
Mereka saya beri julukan “Fantastic 4 Indonesia”.
Berikut ini adalah data-data mereka berempat:
1. SRI MULYANI
Ibu cantik ini tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Dilengkapi otak smart, penampilan oke, keberanian mengambil keputusan dan kemampuan manajerial yang sudah teruji membuat dia amat sangat layak memimpin Indonesia.
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, teruji menghadapi tekanan besar, berani mengambil keputusan penting, kemampuan ilmu dan manajerialnya mumpuni.
Kelemahan:
Menjadi musuh bersama parpol-parpol besar. Ketenarannya membuat banyak politisi ngiri dan takut kalah populer (dan memang kenyataannya kalah). Sepertinya mereka akan sebisa mungkin menghadang pencalonan Sri Mulyani.
2. MAHFUD MD
Nama mantan Menteri Pertahanan yang sekarang menjabat sebagai Ketua MK ini melesat ketika memerintahkan pemutaran rekaman pembicaraan Anggodo Widjojo tentang rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah kepada khalayak ramai.
Mahfud MD semakin menjadi idola rakyat Indonesia karena mengungkap kasus Nazaruddin dan surat palsu MK yang digunakan KPU. Dari segala aspek, Mahfud SD sejajar dengan Sri Mulyani dalam hal kapabilitas memimpin Indonesia.
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, resistensi dari kalangan parpol rendah. Sudah pernah memegang jabatan penting dan terbukti berhasil di tingkat nasional.
Kekurangan:
Dukungan dari parpol kurang dan belum ada yang serius mengusungnya.
3. DAHLAN ISKAN
Ini adalah idola saya sejak SMA. Riwayat hidupnya seperti dongeng. Tipikal pengusaha sukses yang merangkak dari bawah tetapi tidak melupakan masa lalunya. Kacang yang tidak lupa sama kulitnya. Untuk memimpin Indonesia, Dahlan Iskan masih perlu tambahan pengalaman dan beberapa ujian lagi. Tetapi kalau tiba-tiba terpilih, Dahlan Iskan tetap akan mampu memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik (paling tidak dibandingkan dengan yang sudah -sudah).
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, kemampuan manajerial sangat bagus dan cara berkomunikasinya sangat sederhana sehingga mudah dipahami oleh rakyat banyak.
Kekurangan:
Kesehatannya kurang bagus (tapi semoga tetap sehat ya Pak), terlalu lugu (padahal ini juga yang membuat dia disukai rakyat), belum teruji menghadapi tekanan besar dari parpol/politisi.
4. JOKO WIDODO
Ini adalah Walikota paling terkenal di Indonesia. Ketenaran namanya mungkin sejajar dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo. Untungnya nama Joko Widodo terkenal dalam hal-hal yang bersifat positif. Yaitu seputar keberhasilannya membenahi kota Solo. Yang membuat namanya terkenal di tingkat nasional adalah sikap penolakannya terhadap keinginan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo untuk membangun mall di kota Solo. Seperti Dahlan Iskan, Joko Widodo masih perlu tambahan jam terbang. Tetapi secara keseluruhan, Joko Widodo tetap layak memimpin Indonesia.
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, terbukti mampu membenahi kota Solo.
Kekurangan:
Belum teruji menghadapi tekanan besar dan belum pernah memegang jabatan tingkat nasional.
Tapi siapapun dari mereka berempat, semuanya memang layak memimpin Indonesia. Jika mereka berempat mencalonkan diri maka rakyat Indonesia akan menghadapi pilihan mudah (walaupun sulit menentukan).
Coba Anda bayangkan jika pada pilihan capres-cawapres tahun 2014 nanti ada nama pasangan : Sri Mulyani-Joko Widodo dan Mahfud MD-Dahlan Iskan.
Fiiuuuhhh … Pasti keren banget kan …
Berbeda dengan kebiasaan sebelum-sebelumnya. Yang ada hanya pilihan-pilihan ala kadarnya yang membuat orang malas datang ke TPS. Termasuk saya …
.
Wallahu ‘Alam Bishawab …
Fantastic 4 Indonesia: Mahfud MD, Sri Mulyani, Dahlan Iskan & Joko Widodo …
Membaca tulisan Widayat Wsb, saya tertarik untuk berbagi, sbb :
Berdasarkan survey terbaru tentang capres terpopuler untuk tahun 2014 oleh Reform Institute yang dipublikasikan di Detik.com hasilnya adalah sebagai berikut:
Survei melibatkan 2.010 responden dari seluruh Indonesia dengan mengajukan 25 nama capres. Hasilnya untuk 5 besar adalah:
1. Aburizal Bakrie = 13,58 %.
2. Prabowo Subianto = 8,46 %.
3. Jusuf Kalla = 7,06 %.
4. Hidayat Nur Wahid = 5,17%.
5. Ani Yudhoyono = 4,13 %.
Hasil survey itu sepertinya kok jauh banget dengan opini yang berkembang di masyarakat. Kalau survey itu benar berarti rakyat Indonesia masih perlu bersabar berapa lama lagi untuk mendapat pemimpin yang sesuai dengan keinginan mereka. Kita masih harus bersiap-siap menonton sinetron “Indonesia Menangis Sesion 9″ (Cinta Fitri saja bisa tamat kok kesengsaraan rakyat Indonesia ga selesai-selesai ya. Padahal sutradaranya sudah berapa kali ganti).
Dari pada larut dalam kekecewaan mending saya mengajukan calon presiden tandingan saja. Siapa tahu ada yang kepilih. Saya mengajukan 4 calon presiden yang sudah saya audisi dengan sangat ketat. Melebihi ketatnya bungkusan leped ataupun celana yang mereka pakai pokoknya.
Mereka saya beri julukan “Fantastic 4 Indonesia”.
Berikut ini adalah data-data mereka berempat:
1. SRI MULYANI
Ibu cantik ini tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Dilengkapi otak smart, penampilan oke, keberanian mengambil keputusan dan kemampuan manajerial yang sudah teruji membuat dia amat sangat layak memimpin Indonesia.
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, teruji menghadapi tekanan besar, berani mengambil keputusan penting, kemampuan ilmu dan manajerialnya mumpuni.
Kelemahan:
Menjadi musuh bersama parpol-parpol besar. Ketenarannya membuat banyak politisi ngiri dan takut kalah populer (dan memang kenyataannya kalah). Sepertinya mereka akan sebisa mungkin menghadang pencalonan Sri Mulyani.
2. MAHFUD MD
Nama mantan Menteri Pertahanan yang sekarang menjabat sebagai Ketua MK ini melesat ketika memerintahkan pemutaran rekaman pembicaraan Anggodo Widjojo tentang rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah kepada khalayak ramai.
Mahfud MD semakin menjadi idola rakyat Indonesia karena mengungkap kasus Nazaruddin dan surat palsu MK yang digunakan KPU. Dari segala aspek, Mahfud SD sejajar dengan Sri Mulyani dalam hal kapabilitas memimpin Indonesia.
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, resistensi dari kalangan parpol rendah. Sudah pernah memegang jabatan penting dan terbukti berhasil di tingkat nasional.
Kekurangan:
Dukungan dari parpol kurang dan belum ada yang serius mengusungnya.
3. DAHLAN ISKAN
Ini adalah idola saya sejak SMA. Riwayat hidupnya seperti dongeng. Tipikal pengusaha sukses yang merangkak dari bawah tetapi tidak melupakan masa lalunya. Kacang yang tidak lupa sama kulitnya. Untuk memimpin Indonesia, Dahlan Iskan masih perlu tambahan pengalaman dan beberapa ujian lagi. Tetapi kalau tiba-tiba terpilih, Dahlan Iskan tetap akan mampu memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik (paling tidak dibandingkan dengan yang sudah -sudah).
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, kemampuan manajerial sangat bagus dan cara berkomunikasinya sangat sederhana sehingga mudah dipahami oleh rakyat banyak.
Kekurangan:
Kesehatannya kurang bagus (tapi semoga tetap sehat ya Pak), terlalu lugu (padahal ini juga yang membuat dia disukai rakyat), belum teruji menghadapi tekanan besar dari parpol/politisi.
4. JOKO WIDODO
Ini adalah Walikota paling terkenal di Indonesia. Ketenaran namanya mungkin sejajar dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo. Untungnya nama Joko Widodo terkenal dalam hal-hal yang bersifat positif. Yaitu seputar keberhasilannya membenahi kota Solo. Yang membuat namanya terkenal di tingkat nasional adalah sikap penolakannya terhadap keinginan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo untuk membangun mall di kota Solo. Seperti Dahlan Iskan, Joko Widodo masih perlu tambahan jam terbang. Tetapi secara keseluruhan, Joko Widodo tetap layak memimpin Indonesia.
Kelebihan:
Tidak pernah terlibat kasus korupsi, terbukti mampu membenahi kota Solo.
Kekurangan:
Belum teruji menghadapi tekanan besar dan belum pernah memegang jabatan tingkat nasional.
Tapi siapapun dari mereka berempat, semuanya memang layak memimpin Indonesia. Jika mereka berempat mencalonkan diri maka rakyat Indonesia akan menghadapi pilihan mudah (walaupun sulit menentukan).
Coba Anda bayangkan jika pada pilihan capres-cawapres tahun 2014 nanti ada nama pasangan : Sri Mulyani-Joko Widodo dan Mahfud MD-Dahlan Iskan.
Fiiuuuhhh … Pasti keren banget kan …
Berbeda dengan kebiasaan sebelum-sebelumnya. Yang ada hanya pilihan-pilihan ala kadarnya yang membuat orang malas datang ke TPS. Termasuk saya …
.
Wallahu ‘Alam Bishawab …
Monday, October 3, 2011
Transportasi berkelanjutan (Sustainable transportation)
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
Helo, ini adalah kontribusi saya dalam membantu mengatasi masalah polusi udara dan kemacetan di kota Bandung. Ayo bersama-sama berkontribusi :)
hello, this is my contribution to help reduce air pollution and traffic jam problems in Bandung. Lets contribute together :)
http://www.youtube.com/watch?v=ggJh7EnF08A
Helo, ini adalah kontribusi saya dalam membantu mengatasi masalah polusi udara dan kemacetan di kota Bandung. Ayo bersama-sama berkontribusi :)
hello, this is my contribution to help reduce air pollution and traffic jam problems in Bandung. Lets contribute together :)
http://www.youtube.com/watch?v=ggJh7EnF08A
Labels:
Environment,
Me
Tuesday, September 27, 2011
Tunza Indonesia, International Children&Youth Conference Bandung 27Sept-1okt 2011
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
Hello everyone! Today i would like to share my experience for the first day of Tunza International Children & Youth Conference Bandung, at Sabuga.
I was very lucky to be invited to the conference. I thank Bayer Indonesia for giving me the chance to be there. Well, its a bit pity that the conference is held at ITB campus area, and there werent many ITB students participating in this conference, while in fact ITB probably has the brightest young minds in Indonesia.
Today conference was officially opened by Vice president of Indonesia, Mr Boediono. Before the opening, a minister, a governor, and UN representative gave speech. I like the way Mr Achim, the UN representative in giving his opening speech, it was very communicative. For indonesians representatives, they read papers, so it is felt a bit boring. But, regardless of the way they bring the speech, the point was Babakan Siliwangi is now the first world city forest.
From my opinion, it is like a miracle, Tunza comes to my city, my university, and it made a difference. Dada rosada, the major of Bandung, was actually very difficult to be negotiated. He wanted to build restaurants at BakSil. But with the weight of the world on him, he cant do anything. As an Indonesian, and living near the world first city forest now, and i will protect and take care of it.
The next is panel discussion and workshop. I wasn't involved in the panel discussion, but at this section, children and youth are telling their problems, asking opinions about the solutions they offer, discussing. I saw many children from India, speak english very fluently, and i was very impressed.
The next is a workshop. I was doing a presentation to media, with two other envoys from Brazil, Daniel, BYEE 2010 and Maria, Philipphines, BYEE 2010. Three of us presented our projects to the media. Again, i was very lucky, and i thank Allah for all opportunities He gives me. I'll tell you in detail about my project tomorrow, i hope you can give comments and opinions. Thanks!
Hello everyone! Today i would like to share my experience for the first day of Tunza International Children & Youth Conference Bandung, at Sabuga.
I was very lucky to be invited to the conference. I thank Bayer Indonesia for giving me the chance to be there. Well, its a bit pity that the conference is held at ITB campus area, and there werent many ITB students participating in this conference, while in fact ITB probably has the brightest young minds in Indonesia.
Today conference was officially opened by Vice president of Indonesia, Mr Boediono. Before the opening, a minister, a governor, and UN representative gave speech. I like the way Mr Achim, the UN representative in giving his opening speech, it was very communicative. For indonesians representatives, they read papers, so it is felt a bit boring. But, regardless of the way they bring the speech, the point was Babakan Siliwangi is now the first world city forest.
From my opinion, it is like a miracle, Tunza comes to my city, my university, and it made a difference. Dada rosada, the major of Bandung, was actually very difficult to be negotiated. He wanted to build restaurants at BakSil. But with the weight of the world on him, he cant do anything. As an Indonesian, and living near the world first city forest now, and i will protect and take care of it.
The next is panel discussion and workshop. I wasn't involved in the panel discussion, but at this section, children and youth are telling their problems, asking opinions about the solutions they offer, discussing. I saw many children from India, speak english very fluently, and i was very impressed.
The next is a workshop. I was doing a presentation to media, with two other envoys from Brazil, Daniel, BYEE 2010 and Maria, Philipphines, BYEE 2010. Three of us presented our projects to the media. Again, i was very lucky, and i thank Allah for all opportunities He gives me. I'll tell you in detail about my project tomorrow, i hope you can give comments and opinions. Thanks!
Friday, August 19, 2011
Living in the world today
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
Well, i talked a lot about taking risk yesterday and today suddenly i have many things that i want to do in my life. I have chosen to take every risk possible of my choice, realizing the consequences and it made me a better person. I feel i do something now. I hope this trend continue to grow stronger everyday. Having a goal in your life is important, making decisions, every single thing is worth..
yeahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.. Lets face the world, with bravery, courage, and risk! hahaah
Well, i talked a lot about taking risk yesterday and today suddenly i have many things that i want to do in my life. I have chosen to take every risk possible of my choice, realizing the consequences and it made me a better person. I feel i do something now. I hope this trend continue to grow stronger everyday. Having a goal in your life is important, making decisions, every single thing is worth..
yeahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.. Lets face the world, with bravery, courage, and risk! hahaah
Wednesday, August 17, 2011
Yeahhh, make every success counts! It will boost your confidence, even the slightest one!!! Celebrate!
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
Lately, terutama setalah masuk Institut Terkenal Banget, Is The Best, Institut Terbaik Bangsa, apa lagi ya, Institut Teknologi Bandung? hehehe.. ya dan menjadi putri terbaik bangsa angkatan 2008, masuk fakultas teknologi industri(FTI) dengan passing grade kedua tertinggi setelah Sekolah Teknologi Elektro dan Informatika(STEI), rasa kepercayaan diri itu mulai terkikis sejak tahun pertama sekolah di Institut Terkenal Banget. Tahun pertama, akibat mulai hilangnya rasa kepercayaan diri itu untuk dapat nilai A di mata pelajaran sains, seperti kalkulus, fisika dan kimia, benarlah nilai2 fisika, kimia, dan kalkulus bervariasi, ada yang A, AB, dan B. Padahal mungkin kalo aku g ada di tengah2 putra-putri terbaik bangsa,aku bisa lebih rileks belajar dan dapet nilai lbih bagus. LHaaaaa?? kok sekarang menyalahkan ITB, kan ini pilihanmu sendiri. Jadi mau g mw rasa ketidak percayaan diri ini mesti diovercome. Well, mengovercome hal itu bukannya makin gampang seiring berjalannya waktu, malah justru makin susah ketika tahun kedua aku masuk Teknik Kimia ITB, jurusan dengan GPA tertinggi untuk bisa masuk ke situ, bisa dibilang jurusan dengan passing grade tertinggi se ITB. Ini yang bisa bikin IPku cukup tinggi buat masuk tekim, ini mata kuliah di luar mata kuliah sains tadi, jadi walaupun aku masuk jurusan dengan passing grade tertinggi, i'm stii in doubt about my ability in engineering, technology, and sains.
It has been 3 years, aku kuliah di Institut Terbaik Bangsa. Perasaan g pe de ini masi belum hilang juga. Malah tambah parah untuk beberapa hal, aku dulu waktu kecil begitu percaya diri deh, sampai g ketulungan pe denya, g tau jawabannya pun angkat tangan kalo guru nanya. Hahaha, waktu sma jadi pemberontak paling top di sekolah, kukritik abis lah sistem pendidikan dan kualitas guru2 di sma. Sangat berkebalikan, aku sendiri juga heran kenapa dulu aku bisa segitu pe de dan sekarang segitu ga pede. Hmmm,, yang jelas there is no other way, aku harus mengembalikan kepercayaan diri itu, bukan sekedar mengembalikan, tapi juga meningkatkan kualitasnya. Kalo ke pe deanku dulu itu lebih banyak dimotori faktor sombong, maka sekarang aku harus memulainya dengan jalan yang benar. Kaya zuko di avatar the legend of aang, yg tiba2 apinya jadi lemah abis dia bergabung sama avatar. Tapi akhirnya, zuko menemukan bagaimana menciptakan api dengan cara yang benar seperti para naga. Yah kurang lebih sekarang posisiku sama kaya zuko abis bergabung sama avatar.
Well, aku belum menunjukkan kemampuanku yang sebenarnya di teknik kimia. Aku memilih untuk belajar asal untuk menenangkan diriku sendiri, dan membuat alasan untuk dapat nilai jelek. Well, itu semua salah. Itu semua kulakukan karena aku terlalu takut apabila aku berusaha maksimal aku akan kecewa apabila hasilnya jauh dari perkiraan. Aku terlalu takut untuk kecewa, terlalu takut untuk menghadapi kenyataan kegagalan. Takut gagal. KLASIK. Dulu, aku selalu tertawa kalo dengar orang takut gagal, selalu heran, selalu menganggap orang itu bodoh, karena belum dicoba aja udah takut gagal. Well, it happens to me now. ha ha ha.But, 3 tahun bukan berarti g ada perkembangan. Ada hal yang baru aku pahami sekarang, setelah aku cukup dewasa untuk memahaminya. Hal pertama adalah ACCEPTANCE. Menerima diri sendiri, baik kelebihan dan kekurangan yang diberikan Tuhan, bakat dan kekurangan kita. Karena dari kecil aku terbiasa hidup di jalur sutra, jalur pujian, aku tidak terbiasa untuk kalah, tidak terbiasa untuk tidak menjadi yang nomer 1. Itulah yang sekarang sedang kulakukan, aku harus siap menerima fakta, menerima konsekuensi, menerima apapun akibat dari suatu hal yang kuusahakan. Bukan hanya siap menang, tapi juga siap kalah dan mengakui bahwa orang lain lebih baik. Dengan begitu, separuh lebih beban untuk belajar di teknik kimia berkurang. SIAP MENGHADAPI KENYATAAN, APAPUN ITU, DARI HASIL USAHA MAKSIMAL KITA, INILAH SUMBER KEPERCAYAAN DIRI.
Ga ada poin kedua, hehehe, cuma satu poin aja ternyata. So, berusahalah, berusahalaaaaahhhhhh... dan bersiaplah akan akibat dari usaha itu,,, apabila berhasil bersyukurlah kemudian rayakanlah, celebrate it, even only w/ a congratulation say. Ini rayakan jadi kaya sombong bermegah2an,, sama sekali bukan itu maksudya, cuma g tau kosa kata apa lagi di bahasa indonesia. Ini sebagai bentuk apresiasi untuk diri sendiri dan memompa semangat untuk lebih baik lagi ke depannya. Begitu lo maksudnya, so dont get it wrong. hehehe
Yuhuuu.. cukup sekian....
Lately, terutama setalah masuk Institut Terkenal Banget, Is The Best, Institut Terbaik Bangsa, apa lagi ya, Institut Teknologi Bandung? hehehe.. ya dan menjadi putri terbaik bangsa angkatan 2008, masuk fakultas teknologi industri(FTI) dengan passing grade kedua tertinggi setelah Sekolah Teknologi Elektro dan Informatika(STEI), rasa kepercayaan diri itu mulai terkikis sejak tahun pertama sekolah di Institut Terkenal Banget. Tahun pertama, akibat mulai hilangnya rasa kepercayaan diri itu untuk dapat nilai A di mata pelajaran sains, seperti kalkulus, fisika dan kimia, benarlah nilai2 fisika, kimia, dan kalkulus bervariasi, ada yang A, AB, dan B. Padahal mungkin kalo aku g ada di tengah2 putra-putri terbaik bangsa,aku bisa lebih rileks belajar dan dapet nilai lbih bagus. LHaaaaa?? kok sekarang menyalahkan ITB, kan ini pilihanmu sendiri. Jadi mau g mw rasa ketidak percayaan diri ini mesti diovercome. Well, mengovercome hal itu bukannya makin gampang seiring berjalannya waktu, malah justru makin susah ketika tahun kedua aku masuk Teknik Kimia ITB, jurusan dengan GPA tertinggi untuk bisa masuk ke situ, bisa dibilang jurusan dengan passing grade tertinggi se ITB. Ini yang bisa bikin IPku cukup tinggi buat masuk tekim, ini mata kuliah di luar mata kuliah sains tadi, jadi walaupun aku masuk jurusan dengan passing grade tertinggi, i'm stii in doubt about my ability in engineering, technology, and sains.
It has been 3 years, aku kuliah di Institut Terbaik Bangsa. Perasaan g pe de ini masi belum hilang juga. Malah tambah parah untuk beberapa hal, aku dulu waktu kecil begitu percaya diri deh, sampai g ketulungan pe denya, g tau jawabannya pun angkat tangan kalo guru nanya. Hahaha, waktu sma jadi pemberontak paling top di sekolah, kukritik abis lah sistem pendidikan dan kualitas guru2 di sma. Sangat berkebalikan, aku sendiri juga heran kenapa dulu aku bisa segitu pe de dan sekarang segitu ga pede. Hmmm,, yang jelas there is no other way, aku harus mengembalikan kepercayaan diri itu, bukan sekedar mengembalikan, tapi juga meningkatkan kualitasnya. Kalo ke pe deanku dulu itu lebih banyak dimotori faktor sombong, maka sekarang aku harus memulainya dengan jalan yang benar. Kaya zuko di avatar the legend of aang, yg tiba2 apinya jadi lemah abis dia bergabung sama avatar. Tapi akhirnya, zuko menemukan bagaimana menciptakan api dengan cara yang benar seperti para naga. Yah kurang lebih sekarang posisiku sama kaya zuko abis bergabung sama avatar.
Well, aku belum menunjukkan kemampuanku yang sebenarnya di teknik kimia. Aku memilih untuk belajar asal untuk menenangkan diriku sendiri, dan membuat alasan untuk dapat nilai jelek. Well, itu semua salah. Itu semua kulakukan karena aku terlalu takut apabila aku berusaha maksimal aku akan kecewa apabila hasilnya jauh dari perkiraan. Aku terlalu takut untuk kecewa, terlalu takut untuk menghadapi kenyataan kegagalan. Takut gagal. KLASIK. Dulu, aku selalu tertawa kalo dengar orang takut gagal, selalu heran, selalu menganggap orang itu bodoh, karena belum dicoba aja udah takut gagal. Well, it happens to me now. ha ha ha.But, 3 tahun bukan berarti g ada perkembangan. Ada hal yang baru aku pahami sekarang, setelah aku cukup dewasa untuk memahaminya. Hal pertama adalah ACCEPTANCE. Menerima diri sendiri, baik kelebihan dan kekurangan yang diberikan Tuhan, bakat dan kekurangan kita. Karena dari kecil aku terbiasa hidup di jalur sutra, jalur pujian, aku tidak terbiasa untuk kalah, tidak terbiasa untuk tidak menjadi yang nomer 1. Itulah yang sekarang sedang kulakukan, aku harus siap menerima fakta, menerima konsekuensi, menerima apapun akibat dari suatu hal yang kuusahakan. Bukan hanya siap menang, tapi juga siap kalah dan mengakui bahwa orang lain lebih baik. Dengan begitu, separuh lebih beban untuk belajar di teknik kimia berkurang. SIAP MENGHADAPI KENYATAAN, APAPUN ITU, DARI HASIL USAHA MAKSIMAL KITA, INILAH SUMBER KEPERCAYAAN DIRI.
Ga ada poin kedua, hehehe, cuma satu poin aja ternyata. So, berusahalah, berusahalaaaaahhhhhh... dan bersiaplah akan akibat dari usaha itu,,, apabila berhasil bersyukurlah kemudian rayakanlah, celebrate it, even only w/ a congratulation say. Ini rayakan jadi kaya sombong bermegah2an,, sama sekali bukan itu maksudya, cuma g tau kosa kata apa lagi di bahasa indonesia. Ini sebagai bentuk apresiasi untuk diri sendiri dan memompa semangat untuk lebih baik lagi ke depannya. Begitu lo maksudnya, so dont get it wrong. hehehe
Yuhuuu.. cukup sekian....
Total Indonesie Scholarship for Indonesian Undergraduate
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
Alhamdulillah, ada lagi satu kisah suksesku yang bisa aku share di sini.
Semuanya berawal dari ibukq, yang baru pulang dari Amerika bulan Februari 2011 ini,menyuruhku untuk ikut apply beasiswa di kampus. Well, bukan berarti sebelumnya aku g pernah berusaha mencari beasiswa, tapi biasanya usaha cari beasiswa itu berakhir di awal. Sebabnya tak lain tak bukan adalah ribetnya mengurus dokumen ini itu, yang kebanyakan minta rekening ini itu, surat keterangan penghasilan, kartu keluarga dsb. Ribet karena semua dokumen itu harus diurus di malang, kalo di bandung g terlalu masalah, paling korbn waktu. Kalo di malang, ribet minta tolong adik yang juga sibuk nyiapin masuk kuliah, yah de es be lah yaa. Intinya mengurus beasiswa itu bener2 membuat patah semangat duluan karena aku males ngurus dokumen.
Ibuk udah pulang dari Amerika, artinya neraca uang di rumah berubah, aliran masuk berkurang, sedangkan aliran keluar bertambah karena adik juga sudah kuliah di ITB juga. Mengurus beasiswa menjadi sebuah keharusan bukan pilihan lagi. Hmm,, beasiswa ppa udah ditutup, beasiswa ekonomi g mungkin dapet, inilah kalo orang ekonomi menengah, mau dapet beasiswa ekonomi g bisa karena dianggap mampu,, tapi di sisi lain si ekonomi menengah kesulitan biaya untuk hal-hal lain seperti misalnya pengen ikut kursus bahasa atau kursus2 lainnya, karena uangnya terbatas.
Well, singkat cerita, ada pengumuman Total Indonesie memberikan beasiswa sebesar 8 juta rupiah untuk 1 tahun pelajaran. Hmm lumayan nih pikirku, kalo dapet. Tahun lalu ada beberapa anak satu jurusan yang dapet, tapi tahun lalu karena aku bukan seorang pemburu beasiswa sejati, jadinya g tau kalo deadline bwt beasiswa itu udah kelewat, alias taunya waktu udah kelewat deadline.
Hehehe,,
but nothing to lose, kenapa g dicoba. Well, yang biasanya bikin aku males kalo apply beasiswa dari perusahaan2 gedhe macem schlumberger atau yang lainnya, adalah they usuallu look for students with min GPA of 3.5, which is i don't have. Yeah, i don't have that high GPA, but i need money for my education. Tapi beasiswa total kali ini g ada syarat itu, hehehehe. Syaratnya cuma GPA di atas 3, well, i qualified. Then lets try this.
Daftar,, diseleksi secara administratif, disms, suruh tes pertama.
Tes pertama ini mirip versi mini dari Graduate Record Examination. Tes ini ngukur kemampuan reading comprehension, matematika SMA, analisis, ya begitu deh. I thought i'm talented in this kind of test. Well, i was, at this step, tapi kemarin aku nyoba iseng, jawab beberapa sample questionnya GRE, hmmm,, waaaaaaaaaa,,, salah banyak, terutama bagian verbal, pake bahasa inggris soalnya, kosa katanya kosa kata aneh2 yang jarang keluar di bahasa inggris yang sering dipakai. Ya mungkin mirip kaya kalo kita tes IQ di bagian penalaran verbal, kan suka ada tuh, kosa kata indonesia aneh2 yang bahkan aku sendiri sebagai orang indonesia asli belum pernah denger. hehe.
Lanjut, lolos seleksi tes ini, tes selanjutnya grup diskusi. Di situ suruh bermusyawarah mengenai suatu permasalahan, dilihat peran masing2 inividu dalam suatu grup untuk menyelesaikan permasalahan. Permasalahannya adalah terdampar di bulan, dan harus membawa beberapa alat untuk survival. Tugasnya memusyawarahkan prioritas alat2 yang ada. G boleh voting, harus reasoning, dan kesepakatan dari grup. Kuncinya adalah, sumbangkan idemu, tp kalo ada ide yg lebih baik ya diterimalah, utamakan tim, jgn kepuasan individu, setiap anggota tim harus punya kesempatan yang sama untuk ngomong,, ya jgn selfish, utamakan tim intinya.
Lolos tahap ini, seharusnya ada 2 tahap interview yang harus dihadapi. Tapi karena satu dan lain hal interview cukup dilakukan sekali, yg sy br tw jg wkt dikasi tw kl dapet beasiswa ini. Dugaanku sih, pertama, masalah waktu yang udah mepet, udah masuk agustus ini, kedua mungkin masalah biaya,, biaya yg dikeluarkan u/ melakukan interview tahap 2 mungkin cukup u/ memberi beasiswa ke beberapa org kan, yang ke tiga, there is no need to have 2nd stage interview krn udah jelas mana yang pantas dapet beasiswa dan mana yang nggak.
Interview.. yeahhh,, intervie adalah hal menakutkan buat sebagian orang, dan ittu termasuk aku.
Aku udah beberapa kali gagal di tahap interview dan itu yang membuatku takut. Interview pertamaku yg gagal tu wkt SMA, interview AFS. ohh,, padahal jerman tu negara impian, progam kaya afs tu g bnyk, haruslah gagal di tahap interview. Well, aq belajar beberapa kesalahan dari interview wkt itu, kesalahannya adalah aku terlalu percaya bahwa sang interviewer akan memahamiku. yang nyatanya tidak, well bergantung tipe interviewernya deh intinya kalo interview.
Bisa dibilang interviewerku orangnya subjektif sekali saat itu. Dia guru di smaku, di sma aku terkenal nakal, dan aku bilang kalo aku nakal waktu di interview. Well i said that because i dont want to look good. Yeah! Aku g mw terlihat seperti anak baik-baik, aku maunya terlihat aku anak nakal yang pinter. Yah sayangnya konsep itu tidak sampai ke interviewer saat itu. Yang sampai adalah aku anak yang nakal dalam arti sebenarnya, padahal sama sekali aku bukan anak yang nakal. hmfftt... melayanglah kesempatan ke Jerman.
Interview kedua yang gagal adalah, AMINEF exchange, well ini lebih parah lagi. I dont know what i was talking that time. Interview berjalan aneh, aneh banget. GPA ku wkt itu berapa ya, lupa, 3.2 an kayanya.. mereka malah nanya2 GPA.. nilai... dan sebagainya, yang pada akhirnya aku terlihat bodoh dan kebanyakan organisasi. haduu g tw deh... pertama, i'm not stupid, kedua aku kekurangan organisasi. bener2 kebalikan. well, keluar dr ruang interview aku tw aku g lolos, ya iyalah mereka salah tangkep.
So, interview Total ini, g boleh lagi ada yang namanya salah tangkep, sedikitpun ga boleh. Kalo ada tanda2 interviewernya g nyambung, harus kuklarifikasi asap. Well, di motivation letter, aq bilang GPAku emg kurang dari temen2ku yang super jenius di teknik kimia, but i know what i can do, and getting a GPA of 3.5 is very possible for me.
Aku g mw masalah GPA ini berakhir sama kaya AMINEF, so i state it first.
Interview berjalan dengan aneh, tapi aneh yang positif. Artinya, aku berhasil menyampaikan dan membuat mereka mengerti alasan aku pengen dapat beasiswa ini. Mereka tanya2 tentang keluargaku, ya kujawab apa adanya, kujelaskan gmn kehidupan keluargaku dengan sebenar-benarnya. Kujelaskan alasanku masuk teknik kimia, kujelaskan cita-citaku, kujelaskan prinsip idealismeku, tapi kali ini aku tidak mengeksplor kegalauanku selama di tekim, aku g mau terseret oleh akibat masa lalu. Yang lalu biarlah berlalu, sekarang yang penting adalah memanfaatkan potensiku, semaksimal maksimalnyaa, demi cita-citaku dan janjiku juga pada yang ngasi beasiswa yang sudah memilihku sebagai grantie di antara teman2 seangkatanku yang academic recordnya so far jauh lebih menterng daripada traskripku yang diwarnai dengan variasi nilai yang menakjubkan. hehehe..
Terimakasih Total Indonesie untuk beasiswanya, akan saya pakai untuk ambil tes toefl international, dan les bahasa jerman (udah lama pengen), sebagai bekal untuk cita-cita selanjutnya..
Danke, merci, thanks!
Alhamdulillah, ada lagi satu kisah suksesku yang bisa aku share di sini.
Semuanya berawal dari ibukq, yang baru pulang dari Amerika bulan Februari 2011 ini,menyuruhku untuk ikut apply beasiswa di kampus. Well, bukan berarti sebelumnya aku g pernah berusaha mencari beasiswa, tapi biasanya usaha cari beasiswa itu berakhir di awal. Sebabnya tak lain tak bukan adalah ribetnya mengurus dokumen ini itu, yang kebanyakan minta rekening ini itu, surat keterangan penghasilan, kartu keluarga dsb. Ribet karena semua dokumen itu harus diurus di malang, kalo di bandung g terlalu masalah, paling korbn waktu. Kalo di malang, ribet minta tolong adik yang juga sibuk nyiapin masuk kuliah, yah de es be lah yaa. Intinya mengurus beasiswa itu bener2 membuat patah semangat duluan karena aku males ngurus dokumen.
Ibuk udah pulang dari Amerika, artinya neraca uang di rumah berubah, aliran masuk berkurang, sedangkan aliran keluar bertambah karena adik juga sudah kuliah di ITB juga. Mengurus beasiswa menjadi sebuah keharusan bukan pilihan lagi. Hmm,, beasiswa ppa udah ditutup, beasiswa ekonomi g mungkin dapet, inilah kalo orang ekonomi menengah, mau dapet beasiswa ekonomi g bisa karena dianggap mampu,, tapi di sisi lain si ekonomi menengah kesulitan biaya untuk hal-hal lain seperti misalnya pengen ikut kursus bahasa atau kursus2 lainnya, karena uangnya terbatas.
Well, singkat cerita, ada pengumuman Total Indonesie memberikan beasiswa sebesar 8 juta rupiah untuk 1 tahun pelajaran. Hmm lumayan nih pikirku, kalo dapet. Tahun lalu ada beberapa anak satu jurusan yang dapet, tapi tahun lalu karena aku bukan seorang pemburu beasiswa sejati, jadinya g tau kalo deadline bwt beasiswa itu udah kelewat, alias taunya waktu udah kelewat deadline.
Hehehe,,
but nothing to lose, kenapa g dicoba. Well, yang biasanya bikin aku males kalo apply beasiswa dari perusahaan2 gedhe macem schlumberger atau yang lainnya, adalah they usuallu look for students with min GPA of 3.5, which is i don't have. Yeah, i don't have that high GPA, but i need money for my education. Tapi beasiswa total kali ini g ada syarat itu, hehehehe. Syaratnya cuma GPA di atas 3, well, i qualified. Then lets try this.
Daftar,, diseleksi secara administratif, disms, suruh tes pertama.
Tes pertama ini mirip versi mini dari Graduate Record Examination. Tes ini ngukur kemampuan reading comprehension, matematika SMA, analisis, ya begitu deh. I thought i'm talented in this kind of test. Well, i was, at this step, tapi kemarin aku nyoba iseng, jawab beberapa sample questionnya GRE, hmmm,, waaaaaaaaaa,,, salah banyak, terutama bagian verbal, pake bahasa inggris soalnya, kosa katanya kosa kata aneh2 yang jarang keluar di bahasa inggris yang sering dipakai. Ya mungkin mirip kaya kalo kita tes IQ di bagian penalaran verbal, kan suka ada tuh, kosa kata indonesia aneh2 yang bahkan aku sendiri sebagai orang indonesia asli belum pernah denger. hehe.
Lanjut, lolos seleksi tes ini, tes selanjutnya grup diskusi. Di situ suruh bermusyawarah mengenai suatu permasalahan, dilihat peran masing2 inividu dalam suatu grup untuk menyelesaikan permasalahan. Permasalahannya adalah terdampar di bulan, dan harus membawa beberapa alat untuk survival. Tugasnya memusyawarahkan prioritas alat2 yang ada. G boleh voting, harus reasoning, dan kesepakatan dari grup. Kuncinya adalah, sumbangkan idemu, tp kalo ada ide yg lebih baik ya diterimalah, utamakan tim, jgn kepuasan individu, setiap anggota tim harus punya kesempatan yang sama untuk ngomong,, ya jgn selfish, utamakan tim intinya.
Lolos tahap ini, seharusnya ada 2 tahap interview yang harus dihadapi. Tapi karena satu dan lain hal interview cukup dilakukan sekali, yg sy br tw jg wkt dikasi tw kl dapet beasiswa ini. Dugaanku sih, pertama, masalah waktu yang udah mepet, udah masuk agustus ini, kedua mungkin masalah biaya,, biaya yg dikeluarkan u/ melakukan interview tahap 2 mungkin cukup u/ memberi beasiswa ke beberapa org kan, yang ke tiga, there is no need to have 2nd stage interview krn udah jelas mana yang pantas dapet beasiswa dan mana yang nggak.
Interview.. yeahhh,, intervie adalah hal menakutkan buat sebagian orang, dan ittu termasuk aku.
Aku udah beberapa kali gagal di tahap interview dan itu yang membuatku takut. Interview pertamaku yg gagal tu wkt SMA, interview AFS. ohh,, padahal jerman tu negara impian, progam kaya afs tu g bnyk, haruslah gagal di tahap interview. Well, aq belajar beberapa kesalahan dari interview wkt itu, kesalahannya adalah aku terlalu percaya bahwa sang interviewer akan memahamiku. yang nyatanya tidak, well bergantung tipe interviewernya deh intinya kalo interview.
Bisa dibilang interviewerku orangnya subjektif sekali saat itu. Dia guru di smaku, di sma aku terkenal nakal, dan aku bilang kalo aku nakal waktu di interview. Well i said that because i dont want to look good. Yeah! Aku g mw terlihat seperti anak baik-baik, aku maunya terlihat aku anak nakal yang pinter. Yah sayangnya konsep itu tidak sampai ke interviewer saat itu. Yang sampai adalah aku anak yang nakal dalam arti sebenarnya, padahal sama sekali aku bukan anak yang nakal. hmfftt... melayanglah kesempatan ke Jerman.
Interview kedua yang gagal adalah, AMINEF exchange, well ini lebih parah lagi. I dont know what i was talking that time. Interview berjalan aneh, aneh banget. GPA ku wkt itu berapa ya, lupa, 3.2 an kayanya.. mereka malah nanya2 GPA.. nilai... dan sebagainya, yang pada akhirnya aku terlihat bodoh dan kebanyakan organisasi. haduu g tw deh... pertama, i'm not stupid, kedua aku kekurangan organisasi. bener2 kebalikan. well, keluar dr ruang interview aku tw aku g lolos, ya iyalah mereka salah tangkep.
So, interview Total ini, g boleh lagi ada yang namanya salah tangkep, sedikitpun ga boleh. Kalo ada tanda2 interviewernya g nyambung, harus kuklarifikasi asap. Well, di motivation letter, aq bilang GPAku emg kurang dari temen2ku yang super jenius di teknik kimia, but i know what i can do, and getting a GPA of 3.5 is very possible for me.
Aku g mw masalah GPA ini berakhir sama kaya AMINEF, so i state it first.
Interview berjalan dengan aneh, tapi aneh yang positif. Artinya, aku berhasil menyampaikan dan membuat mereka mengerti alasan aku pengen dapat beasiswa ini. Mereka tanya2 tentang keluargaku, ya kujawab apa adanya, kujelaskan gmn kehidupan keluargaku dengan sebenar-benarnya. Kujelaskan alasanku masuk teknik kimia, kujelaskan cita-citaku, kujelaskan prinsip idealismeku, tapi kali ini aku tidak mengeksplor kegalauanku selama di tekim, aku g mau terseret oleh akibat masa lalu. Yang lalu biarlah berlalu, sekarang yang penting adalah memanfaatkan potensiku, semaksimal maksimalnyaa, demi cita-citaku dan janjiku juga pada yang ngasi beasiswa yang sudah memilihku sebagai grantie di antara teman2 seangkatanku yang academic recordnya so far jauh lebih menterng daripada traskripku yang diwarnai dengan variasi nilai yang menakjubkan. hehehe..
Terimakasih Total Indonesie untuk beasiswanya, akan saya pakai untuk ambil tes toefl international, dan les bahasa jerman (udah lama pengen), sebagai bekal untuk cita-cita selanjutnya..
Danke, merci, thanks!
Labels:
Industry,
Me,
Motivation
Tuesday, July 19, 2011
The Culture Of Enterprise
BSEP,, Post 2 contribute, 2 inspire, & 2b inSpired
“Can Character and Communities Survive in an Age of Globalization?”
The Culture of Enterprise Project annually sponsors an international student essay contest on the topic "Can Character and Communities Survive in an Age of Globalization?" The contest is designed to encourage students to reflect on the relationship between free enterprise and the institutions and mores that define a particular culture.
Contest Awards
First Place $10,000
Second Place $5,000
Third Place $2,000
Fourth Place $1,500
Fifth Place $1,000
Honorable mentions receive a small library of classic texts. Winning essays are published as an ISI monograph and finalists are honored at the ISI Indianapolis Leadership Conference each Spring.
The application form can be found here (pdf).
Panel of Judges (PDF)
Please direct all inquiries to cofe@isi.org.
“Can Character and Communities Survive in an Age of Globalization?”
The Culture of Enterprise Project annually sponsors an international student essay contest on the topic "Can Character and Communities Survive in an Age of Globalization?" The contest is designed to encourage students to reflect on the relationship between free enterprise and the institutions and mores that define a particular culture.
Contest Awards
First Place $10,000
Second Place $5,000
Third Place $2,000
Fourth Place $1,500
Fifth Place $1,000
Honorable mentions receive a small library of classic texts. Winning essays are published as an ISI monograph and finalists are honored at the ISI Indianapolis Leadership Conference each Spring.
The application form can be found here (pdf).
Panel of Judges (PDF)
Please direct all inquiries to cofe@isi.org.
Labels:
international competition
Subscribe to:
Posts (Atom)